BUOL-Pengadaan Bibit alfokad oleh Bandan Usaha Milik Desa(Bundas) Desa Kualabesar Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Sulawesi Tengah di pertanyakan warga

Pengadaan bibit alpukat oleh BUMDes atau pemerintah desa seringkali menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait transparansi anggaran dan kualitas barang yang diterima
Pengadaan bibit tersebut mencuat saat di unggah oleh salah satu akun Facebook hingga mendapat sorotan tajam yang berbeda dari Netizen

Bibit tersebut di adakan oleh BUMDES melalui Dana Desa dengan jumlah kisaran 1000 lebih pokok yang diperuntukan untuk petani Desa Kuala Besar
Namun ironisnya bibit tersebut tidak di tampung di wilayah Desa Kualabesar namun berada di Desa Lain sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat.

Masyarakat menduga Pengurus BUMDES tidak transparan dalam mengelola Dana yang di kucurkan oleh pemerintah Desa kualabesar
Bahkan dari keterangan pada unggahan Facebook tersebut sebagian bibit mengalami mati akibat tidak terurus.

Ketua BUMDES Butakio Sejahtera, Kamarudin Mansyur S.pd Dikonfirmasi oleh media ini mengku, pengadaan tersebut memang di tampung di Desa Tetangga
“Iya bibit itu kami tempatkan di Desa Tetangga karena mudah untuk menju akses jalan menuju lokasi petani” Kata Ketua BUMDES

Lanjut Ketua BUMDES terkait bibit yang mati Suleman mengaku, bibit yang mati tersebut setelah sudah berada di tangan para petani.
” Dan soal bibit yang mati itu setelah sudah berada di tangan para petani, mungkin setelah di tanam tidak di rawat sehingga mati” Ucap Kamarudin(RSA)





