Hari Hutan Nasional, Gabungan OKP Demo Aktifitas PETI di Buol, APH dan Pemda di Nilai Tutup Mata

BUOL,-Mengusung tema “Hutan Lestari, Buol Bersih dari PETI!” serta slogan “Suara Rakyat, Untuk Hutan Kita!”, massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan menggelar Aksi Mimbar Bebas pada Jumat (7/8/2026).

Aksi gabungan dari berbagai OKP dan organisasi lingkungan di Kabupaten Buol ini digelar untuk memperingati Hari Hutan Nasional sekaligus menyuarakan protes atas maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Gerakan massa ini berpatokan pada prinsip keadilan lingkungan bahwa hutan bukanlah warisan leluhur, melainkan titipan untuk generasi mendatang. Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WITA dari Tugu Masjid Agung Buol, kemudian bergerak menyusuri Kantor Kejaksaan Negeri Buol, Mapolres Buol, hingga berakhir di Kantor Bupati Buol.

Saat berada di depan Mapolres Buol, orator aksi, Rudianto, menyuarakan kritik keras terhadap aparat kepolisian setempat. Ia menilai Polres Buol terkesan mendiamkan keberadaan aktivitas tambang emas ilegal yang terus beroperasi di wilayah Paleleh Bodi, Tabong, Busak, dan Tiloan, termasuk maraknya aktivitas galian C tanpa izin di Kabupaten Buol. Massa sempat meminta Kapolres Buol untuk hadir memberikan pernyataan langsung, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Perjalanan dilanjutkan menuju Kantor Bupati Buol. Massa berunjuk rasa meminta bertemu langsung dengan Bupati Buol untuk menyuarakan dampaknya terhadap lingkungan. Namun, karena Bupati sedang tidak berkantor, kehadiran massa aksi akhirnya hanya diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) bersama beberapa pejabat Pemkab Buol.

Empat Tuntutan Tegas untuk Penegak Hukum dan Pemkab

Koordinator Lapangan Aksi, Zidan Ajirante, merinci empat poin tuntutan utama yang ditujukan kepada penegak hukum dan pemerintah daerah. Selain mendesak penghentian total seluruh aktivitas PETI dan penyitaan alat berat di wilayah hukum Kabupaten Buol, Zidan juga menuntut Bupati Buol untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan yang dipicu oleh pembiaran praktik tambang ilegal tersebut.

Lebih lanjut, Zidan menyoroti dugaan keterlibatan pihak internal dan aliran dana gelap di balik maraknya aktivitas tambang emas liar di wilayah tersebut.

“Kami mendesak Kapolres Buol bertindak tegas mengusut tuntas dugaan pindaian atau aliran upeti terkait aktivitas penambangan liar ini, serta menindak tegas dan mencopot oknum-oknum instansi maupun aparat yang terlibat langsung membekingi PETI,” tegas Zidan saat membacakan tuntutan di hadapan peserta aksi.

Seluruh rangkaian aksi unjuk rasa ini berakhir sekitar pukul 11.35 WITA. Meski diwarnai ketidakhadiran pimpinan utama di Polres maupun Kantor Bupati, aksi pengeluaran pendapat di muka umum tersebut berlangsung relatif aman dan kondusif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *